Antara bahagia dan berduka juga ketika di blog harian sa ada komentar dari seorang calon legislatif yang pada intinya meminta dukungan. [Maaf komentarnya saya hapus.]
Salahkah tindakan mereka? Tentu saja tidak. Caranya meminta cukup sopan. Malah titip salam pula buat keluargakuh.
Kemajuan teknologi sudah mulai dilirik partai-partai dan caleg-caleg untuk berkampanye.
Salah? Tentu tidak. Bagus malah. Ya, secara logika pun masuk di akal. Bagaimana tidak. Dengan modal tak terlalu besar, hampir seluruh dunia bisa tahu. Lihat saja, sekarang hampir seluruh caleg memiliki situs pribadi. Entah mendadak entah memang dari dulunya sudah ada. Tapi jangan salah. Harga situs bisa juga mencapai belasan juta untuk partai. Tapi bukan itu intinya. Itu urusan mereka. Penggunaan teknologi tak hanya di blog atau situs, tapi juga di Social Networking. Penulis pribadi pernah mengalami, salah satu komunitas yang penulis ikuti di sebuah social networking mendukung salah seorang caleg dari salah satu partai. Tidak salah. Mereka memanfaatkan celah kesempatan. Maka, yang harus diperhatikan sekarang adalah peraturan pemerintah mengenai cyber campaign [eh, istilah ini karangan sa,,jadi maaf bila kurang berkenan]. Cyber campaign bisa seefektif dan seberbahaya black campaign loh klo ga ada peraturan tegas dari pemerintah.
Jadi, plis buat pemerintah. Buat peraturan mengenai cyber campaign ini dan sms campaign, dimana sekali kirim sms, biaya murah semua orang yang punya handphone bisa dapet tuh.
2 Januari, 2009 at 16:53
Asyik tu … banyak media untuk kampanye, yang menentukan tetap pemilih. Hitung-hitung silaturahim
=====
Betul Pak
17 Januari, 2009 at 13:14
sebenar nya tidak ada masalah,kan kita bisa lihat seberapa jauh kemampuan mereka untuk menjadi wakil nanti nya,layak tidak mereka kita pilih…
=====
yup. sy setuju. Blog dan sarana lainnya sbg tempat kita tau visi-misi dan hal lain terkait orang tersebut. Biar kita belajar juga. Pendidikan politik perlu untuk masyarakat kita. Wallahu a’lam.