<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Sa lupa kapan film ini diputar. Sebelum Ramadhan yang pasti, sudah disimpan di reminder untuk jadi topik tulisan, tapi baru nulis hari ini. Jadi film ini berawal mengenai cerita di sebuah kota yang terancam lenyap karena banjir yang diduga akan menimpa kota tersebut akibat hujan deras yang dapat menghancurkan bendungan kota. Setidaknya begitulah yang sa tangkap. Lalu dikisahkanlah seorang lelaki *sa lupa nama pemerannya* yang baru bekerja sebagai “penyelamat” uang masyarakat yang tugasnya mengambil dan mengamankan distribusi uang.

Singkat cerita, setelah mengambil uang di bank setempat si lelaki ini beserta pamannya yang juga bekerja di tempat yang sama -dan lebih senior. Lelaki ini juga kerja berdasarkan rekomendasi pamannya- melanjutkan perjalanan dengan truk mereka. Hujan deras yang terus menerus turun tak dihiraukannya. Di tengah perjalanan mereka terjebak banjir yang cukup besar karena sang paman tidak hati-hati dan jalanan tertutup banjir sehingga mobil terselip. Di tengah gelap, tiba-tiba muncullah secercah sinar yang menjanjikan bantuan. Namun karena sorot lampu mobil mereka terlalu terang, sang lelaki curiga. Akhirnya karena para “penolong” yang ternyata perampok ini merasa terancam, salah satu anggotanya menembak ke arah lelaki dan pamannya ini dan terjadilah “pertempuran”. Tanpa disengaja, sang paman tertembak dan terbunuh. Ketua perampok ini sebelumnya sudah mewanti-wanti untuk menghentikan tembakan, namun tak dihiraukan. Sang lelaki dalam gelap lalu berhasil kabur bersama uang senilai US$ 1 juta.

Di tengah pengejaran, sang lelaki menyembunyikan uang tersebut di sebuah makam dan berhasil kabur lalu memasuki sebuah tempat. Dari arah tak disangka, kepalanya dipukul seseorang dari belakang. Ketika sadar, ia tengah berada di sebuah penjara. Disana ada seorang wanita yang ternyata orang yang memukulnya tadi, dan 3 orang polisi.

Ia menceritakan mengenai usaha perampokannya itu pada polisi. Dan singkatnya, para polisi itu mencari uang tersebut dengan niat mengamankan.

Di akhir cerita, tanpa diduga sama sekali ternyata para polisi itupun akhirnya berebut uang yang sangat besar itu. Sedangkan para perampok sendiri semua mati kecuali ketua kelompoknya yang berhasil bertahan hidup dan dalam kisahnya, sang lelaki dan ketua kelompok rampok ini malah bekerja sama ketika menyadari para polisi tersebut malah berusaha membunuh sang lelaki dan wanita yang memukulnya tadi dengan alasan mereka berdua adalah saksi. Akhirnya, para polisi itupun mati. Uang yang sudah dibagikan oleh polisi itu ke dalam 4 kantong, dan sempat berusaha dibawa lari 1 kantong oleh sherifnya berhasil diamankan. 1 kantong yang terapung diambil oleh ketua perampok itu. Sisanya dikembalikan kepada negara.

Pelajaran dari film ini yang sa ambil adalah, kadang kawan bisa jadi lawan dan lawan bisa jadi lawan hanya karena uang. Oleh karena itu benarlah sebuah pepatah mengatakan, “Jika engkau ingin mengetahui seseorang, maka lakukanlah 3 hal; bertransaksi keuangan dengannya, tidur bersamanya dan lakukanlah perjalanan bersamanya.”

wallaahu a’lam bish shawwab.